Mohon tunggu...
Gobin Dd
Gobin Dd Mohon Tunggu... Buruh - Orang Biasa

Menulis adalah kesempatan untuk membagi pengalaman agar pengalaman itu tetap hidup.

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Artikel Utama

"Community Pantry", Aksi yang Viral dan Wujud Solidaritas di Filipina

21 April 2021   20:01 Diperbarui: 22 April 2021   12:10 615
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Salah satu contoh Community Pantry di salah satu sudut kota Marikina, Filipina. Sumber foto: Mark Demayo/ ABS-CBN News

Sejak awal bulan April ini, pemerintah kembali memberlakukan karantina ketat pada beberapa wilayah di Filipina. Karantina ketat ini dibuat karena lonjakan kasus pada beberapa pekan terakhir.

Kabar karantina ketat bukanlah situasi yang mengenakkan. Pengalaman tahun 2020 lalu masih menyisahkan pelbagai kesan di mata masyarakat.

Salah satu satu kesannya muncul dari persoalan ekonomi masyarakat. Pembatasan yang terjadi ikut mengurangi pendapatan dan menghilangkan mata pencarian. Banyak keluarga yang kesulitan mendapatkan makanan di tengah karantina ketat selama masa pandemi.

Sebenarnya, pemerintah tidak tutup mata. Bantuan sosial dikucurkan kepada masyarakat. Akan tetapi, bantuan sosial bukanlah solusi jangka panjang. Hanya untuk sementara waktu. Apalagi kalau jumlah bantuan sosialnya sangat terbatas.

Mungkin bertolak dari pengalaman sulit di karantina masa sebelumnya, seorang wanita bernama Ana Patricia Non membuat inisiatif di tempatnya, Maginhawa di Manila. Sontak saja, aksi ini menarik perhatian banyak pihak terlebih ketika ditempatkan di media sosial.

Ana membangun aksi solider yang disebut dengan sebuthan community pantry.  Aksi ini dimulai persisnya sejak pemerintah Filipina kembali memberlakukan pembatasan secara ketat di kota Metropolitan Manila. 

Kejatuhan ekonomi yang menimpah banyak pihak. Rupanya, situasi membuat Ana untuk berpikir dan beraksi membantu sesama untuk bertahan hidup di tengah dampak serius dari pandemi korona. Langkah ini terbilang sederhana dan dimulai dari lingkup yang cukup kecil.

Berkat media sosial, aksi ini menjadi daya tarik banyak orang. Aksi Ana seolah merangsang banyak pihak untuk melakukan hal yang sama.    

Konsep dasar yang terbangun dari aksi community pantry ini adalah berbagi sesuai kemampuan, dan mengambil sesuai dengan kebutuhan. Dibutuhkan solidaritas, tidak hanya dari pemberi, tetapi juga penerima dan orang-orang yang membutuhkan.

Ana menempatkan beberapa bahan makanan pokok di tempat publik. Di tempat itu juga ditempatkan sebuah rak atau pun meja sebagai penyimpanan makan. Juga tertera poster sederhana yang tertulis slogan community pantry. 

"Berbagi sesuai kemampuan, dan mengambil sesuai kebutuhan."Slogan ala community pantry dituliskan dalam bahasa Tagalog dan Inggris. Namun, karena aksi ini sudah menyebar di pelbagai tempat, tak sedikit pun yang menulis dalam dialek setempat. 

Terang saja, aksi ini menjadi viral. Banyak mata memuji sekaligus melakukan hal yang sama. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun